Apakah anda mencari jasa pengiriman barang-cargo dgn cepat,aman,dengan yang competitive, PT Surya Bumi Raya Solusinya
(INTERNATIONAL & DOMESTIC AIR FREIGHT, DOMESTIC SEA FREIGHT (FCL & LCL), PROJECT CARGO, LAND TRANSPORTATIOAN DLL (AIR, SEA, & LAND)
  Our Clients  
   
     
 
  News & Event  
   
     
Anda membutuhkan jasa kargo aman, cepat dan terpercaya. Kami solusinya www.suryabumiraya.net
: : PT. SURYA BUMI RAYA . . . Jasa Kargo Aman, Cepat dan Murah : : . . . Solusi Tepat Untuk Usaha Maju Dan Terdepan.
   
 
 
 

News & Event

(Kisah sukses) Eks Sopir yang Sukses Jadi Pengusaha Ritel

Selasa, 8 September 2009 - 12:14 wib

Mukesh "Micky" Jagtiani dikenal sebagai salah satu pengusaha ritel dunia.
Dari imperium bisnisnya di bawah bendera Landmark Group, pundi-pundi
kekayaannya ditaksir mencapai USD2,5 miliar (Rp25 triliun).

Kisah hidup Jagtiani tidak dilewati dengan mudah. Banyak hambatan dan
rintangan yang mesti dia tempuh. Bahkan dia berkali-kali harus mengalami
kegagalan dan kejatuhan. Di masa muda Jagtiani tergolong anak nakal. Pada
usia 17 tahun dia gagal menyelesaikan pendidikannya di sekolah akuntansi
di London.

Biaya kuliah yang diberikan keluarganya malah dihabiskan untuk
mabuk-mabukan dan merokok. Malu kembali ke Kuwait, tempat keluarga
besarnya tinggal setelah emigrasi dari India, dia mencoba bertahan hidup
di London. Jagtiani rela menjadi sopir taksi dan rela tidur di mana saja.
Saat hendak memutuskan untuk kembali ke Teluk, tragedi menghampirinya
silih berganti.

Saudara laki-laki tertuanya, Mahesh, meninggal karena leukemia. Ayahnya
menyusul meninggalkannya untuk selamanya karena diabetes beberapa bulan
kemudian. Belum reda air mata, menyusul ibunya meninggal karena kanker.
Saat itu Jagtiani baru berusia 21 tahun. "Saya menjadi yatim piatu,"
ungkap Jagtiani mengenang.

Tak ada keluarga, pekerjaan, dan pendidikan mendorong Jagtiani kembali ke
negara asalnya, India. Di negara asal nenek moyangnya itu Jagtiani
mendapat dana warisan keluarganya sebesar USD6.000. Berbekal uang tersebut
dia pergi ke Bahrain dan membuka toko pertamanya. Toko tersebut awalnya
disewa oleh saudara laki-lakinya sebelum meninggal. Sebuah toko yang
menjual perlengkapan bayi alias baby shop adalah toko pertama yang dibuka
Jagtiani pada 1973, atau setelah tragedi terus menjenguknya.

Toko tersebut menyediakan kebutuhan bayi para keluarga ekspatriat yang
waktu itu membanjiri Afrika Selatan. Karena belum memiliki staf, Jagtiani
mengerjakan semua operasional toko sendiri. Berbelanja, melayani, hingga
mengepel toko lantai dilakukannya sendiri. "Saya benar-benar memulainya
dari nol," tutur Jagtiani.

Dia mengaku tak pernah meninggalkan pekerjaan kasar, bahkan hingga dia
mampu menabung. Tak dinyana, dari sebuah baby shop kecil tersebut, suami
dari Renuka Jagtiani dan ayah dari tiga anak itu kini menjelma menjadi
seorang miliarder bisnis ritel dunia di bawah bendera Landmark Group yang
berbasis di Dubai.

Lebih dari 840 toko kini telah dimilikinya dan tersebar di 10 negara,
seperti di negara-negara Teluk, India, Spanyol dan China. Imperium
bisnisnya bahkan bakal semakin tumbuh besar seiring rencana-rencana ke
depan. Dikabarkan, Jagtiani berencana mengakuisisi aset bisnis ritel di
Inggris dan Amerika.

Beberapa perusahaan ritel yang hendak dibelinya adalah Primark, New Look,
dan Abercrombie & Fitch. Zara, Pull and Bear, serta Saks and Bloomingdales
juga menarik minatnya.

Berkat kesuksesannya itu Jagtiani pun sempat mendapat beberapa
penghargaan. Pada 2007 dia meraih penghargaan Retail Personality of The
Year dalam penghargaan tahunan ritel di Timur Tengah.

Sukses tersebut membuat Jagtiani mendapat respek luar biasa di Dubai. Dia
menjadi warga kehormatan di Dubai. "Tak seorang pun berani membuka mal di
Dubai tanpa terlebih dulu meminta pendapat Micky. Ini karena semua menaruh
hormat padanya," kata sumber dekat keluarga kerajaan. (Koran SI/Koran SI)
(jri)

Best regards
Christovita Wiloto








(Kisah sukses Hafis penjual Es Dawet Cah Banjkar di Kota Medan)
Monday, 01 December 2008
WASPADA ONLINE

Cahyo Pramono
Pengamat & Praktisi Manajemen

cahyo_pramono_oke.jpgDawet Ayu adalah minuman khas yang terkenal dari Banjarnegara, sebuah kota kecil di seputaran Banyumas – Dieng, Jawa Tengah. Kota ini sudah sangat lekat dengan minuman khas ini. Orang-orang biasanya selalu langsung menyambungkan nama kota dengan produk minuman ini. Minuman sejenis cendol yang diramu dengan santan dan manis ini sangat cocok dikonsumsi pada siang hari yang panas memberikan rasa segar dan nikmat. Karena cendol dan gulanya, meminum dawet ini juga bisa mengganjal perut sementara sebelum makan. Kini Dawet Ayu -yang biasanya dijajakan dengan tampi-lan gentong tanah yang menonjol- juga banyak beredar di sekitar Sumatera Utara dan sebagian Nangroe Aceh Darussalam. Salah satu merek usaha yang sedang berkembang adalah Dawet Ayu Cah Banjar.

Usaha dawet ini dimotori oleh seorang wirausahawan muda yang penuh energi. Namanya Hafis. Saya mengenal pengusaha ini saat dia mengumpulkan komunitas jazz di seputaran Jl. Dr Mansur Medan. Dalam beberapa kali pertemuan terbukalah informasi bahwa salah satu usaha yang digelutinya adalah berjualan Dawet.

Saat itu saya merasa sedikit penasaran, apakah ini bisnis yang serius atau sekadar main-main. Saya coba amati hingga beberapa bulan berikutnya. Beberapa kali saya mengadakan acara temu pelaku usaha kecil menengah, Hafis dengan bangga membawa gentong-gentongnya dan mempromosikan dawetnya. Sebuah fenomena yang luar biasa.

Kini Hafis memiliki sekitar 26 unit usaha Dawet Ayu di seputaran Kota Medan, 5 unit di Banda Aceh, 2 unit di Sigli dan dia menargetkan tambahan 50 unit lagi hingga akhir tahun ini dengan pola waralaba. Sepintas bisnis ini terkesan sangat sederhana. Hanya bermodal gerobak dayung dan perlengkapan sederhana, konon rata-rata dalam satu hari bisa diraup omset sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000 per unitnya.

Langkah maju Hafis ternyata tidak lebih dari sebuah strategi sederhana yang diaplikasikan secara serius. Hafis mengaku bahwa bisnisnya ini adalah sebuah rekayasa usaha replikasi. Dia menyebutnya sebagai ATM yang merupakan singkatan dari Amati, Tiru, Modifikasi. Hafis mengaku bisnisnya terinspirasikan atau lebih jelasnya sebagai hasil replikasi dari bisnis serupa yang dikerjakan oleh orang lain. Sebagian orang mengatakan ATM sama dengan ilmu ‘Nyontek Plus’, artinya nyontek atau baha-sa halusnya “belajar”. Di sini ada proses pembelajaran dengan pengamatan kemudian dikembangkan dengan polesan-polesan dan inovasi untuk nilai tambah yang lebih baik dari induknya.

Amati
Pengamatan adalah awal dari masuknya ide-ide dan fikiran. Berkualitas atau tidaknya ide-ide yang tercipta sangat tergantung dari kualitas pengamatan yang dilakukan. Hafis dengan Dawet Ayu-nya, adalah buah dari pengamantan atas usaha sejenisnya di Medan.

Proses pengamatan ini tidak saja berupa peninjauan secara visual dan selesai. Bukan itu! Tetapi sebuah proses yang terintegrasi dengan mencari jawaban atas berbagai pertanyaan yang kita kehendaki dari obyek pengamatan tesebut. Untuk contoh, kita harus mengamati potensi pasar, kebiasaan pasar, cara menjual, produk yang dijual, potensi, peluang dan tantangan serta berbagai hal lain yang berhu-bungan dengan objek pengamatan.

Pengamatan yang Hafis kerjakan, bahkan jauh hingga karakater serta kesulitan-kesulitan yang dihadapi karena hambatan karakter tersebut. Ini menyangkut model bisnis objek amatan, karakter pemilik dan karakter umum dari para pakerjanya. Cari jawaban, mengapa mereka berhasil, kalau gagal mengapa bisa, apa saja penyebabnya, dll. Bukan hanya itu, Hafis juga mengamati, kelompok usaha pendukung seperti usaha kemasan gelas plastik, kelompok pembuat kereta kayuh, gentong, perbankan hingga asosiasi-asosiasi lainnya.

Mencontek hasil sebuah proses bukan berarti bisa mengerjakannya sama baik atau lebih dari contekannya, karena dibaliknya ada proses yang khas dan panjang. Mencontek, secara positif mestinya bisa memberikan inspirasi untuk melihat prosesnya lebih lanjut. Ibarat sedang sekolah, amatilah senior-senior yang sudah lebih dulu lulus dengan nilai A lalu perhatikan cerita sukses orang-orang yang sudah lulus lebih dulu dengan nilai sempurna. Mengapa mereka bisa sukses? Apa yang mereka lakukan? Bagaimana cara mereka melakukannya?

Tiru
Begitu pengamatan mengindikasikan tanda-tanda positif. Lanjutkan dengan duplikasi. Kerjakan seperti contoh yang sudah kita amati. Tindakan nyata yang kita aplikasikan seharusnya tidak menghadapi banyak kesulitan, karena memang sudah ada contoh sebelumnya.

Meniru yang sudah ada memberikan kemudahan yang transparan, berbeda dengan pekerjaan yang belum pernah ada referensi sebelumnya. Artinya, tinggal karakter keseriusan saja yang akan menentukan usaha peniruan tersebut.

Hindarkan pemikiran-pemikiran gengsi dalam hal ini. Negara sebesar Jepang saja, dulunya melakukan usaha-usaha replikasi dan sempat ‘dicemooh’. Kini kita lihat perusahaan otomotif Jepang justru mejadi objek yang dicontek oleh berbagai bisnis dari negara-negara lain.

Modifikasi
Inilah aplikasi dari kata inovasi. Artinya begini: kita harus tampil berbeda dan mempunyai nilai tambah dari orang atau produk yang kita tiru. Itu penting untuk memastikan kita akan dilirik pasar. Kalau kita tidak menciptakan perbedaan itu, kita akan terlihat sebagai ‘yang biasa saja’ dan itu berarti peluang yang lebih sempit.

Mencontek mentah-mentah tanpa modifikasi, akan terkesan sebagai plagiat. Jadi lakukan modifikasi atau langkah kreatif lainnya hingga terjadi penyesuaian yang paling pas dengan kita.

Hafis mengolah usaha dawetnya dengan pendekatan-pendekatan modern, berbeda dengan objek yang di’contek’nya. Kini sebagaian gerainya sudah menggunakan mesin penutup gelas plastik yang bersih dan sehat. Dia juga mengolah pola wara laba, sehingga dengan cepat mampu merambah berbagai daerah lain di Sumatera. Menurut Hafis, kini dia sedang menunjuk satu rekan bisnisnya di Surabaya untuk menjadi perwakilan dan distributor Dawet Ayu di Jawa Timur. Betapa sesuatu yang lucu, orang Medan jualan produk Jawa di Jawa.






DI DPN HANYA SEBUAH BELOKAN (Pengembangan Diri)


Seorang petani mempunyai seekor kuda jantan yang sangat disayanginya.
Setiap hari,dengan telaten ia merawat kuda itu. Suatu kali kuda itu kabur.
Para tetangga datangmenyampaikan rasa simpati atas kehilangan yang dialami
si petani. Sebulan kemudian kuda itu balik lagi disertai serombongan kuda
liar dari gunung. Rupanya kuda itu lari ke hutan. Dan, ketika kembali ia
diikuti oleh teman-temannya. Para tetangga datang memberi ucapan selamat
karena kini ia memiliki banyak kuda.


Suatu hari anak laki-laki si petani berusaha mengendarai salah seekor kuda
liar itu.Entah bagaimana ia terjatuh. Kakinya terinjak oleh si kuda liar
hingga patah. Akibatnya ia menjadi lumpuh. Para tetangga datang lagi
menyatakan rasa simpati. Satu tahun berselang terjadilah perang... Semua
pemuda harus berangkat ke medan perang. Hanya anak laki-laki si petani
yang dibebaskan untuk tidak ikut berperang karena ia lumpuh. Dan ia
satu-satunya pemuda yang selamat dari desa itu.


Di balik musibah kerap tersimpan berkat. Sebaliknya, di balik berkat tidak
jarang tersembunyi kesusahan. Maka penting sekali untuk kita selalu mawas
diri. Jangan kecil hati ketika tertimpa musibah, sebab dari situ bisa saja
kita menuai kebahagiaan. Tetapi juga tidak lupa diri saat bergelimang
berkat, sebab bisa saja kemudian kita mengalami kesusahan. Apa yang
tampaknya seperti "ujung jalan" kerap hanya sebuah "belokan", masih ada
kelanjutannya. Seperti ada kata pepatah, untuk segala sesuatu di dunia ini
ada waktunya; waktu suka waktu duka, waktu manis waktu pahit. Kita tidak
bisa menyelami sepenuhnya pekerjaan.



APABILA DUKA MENIMPA INGAT SAAT SUKA SUPAYA TIDAK KECIL HATI.
APABILA SUKA MENGHAMPIRI INGAT SAAT DUKA SUPAYA TIDAK LUPA DIRI











(Kisah Sukses Sigit Agus
Himawan, Insinyur Kelautan yang Menjadi Bos Sampah)

Kenali
Tabiat Sampah, Jadi Pemulung Satu Tahun



Tidak banyak orang yang rela berlama-lama berdekatan dengan sampah. Namun,
Sigit Agus Himawan justru bersahabat dengannya. Insinyur Kelautan itu rela
melepas jabatan empuk demi barang buangan itu. Hasilnya tak mengecewakan; tiga
pabrik kini jadi miliknya



JANESTI PRIYANDINI, Surabaya



Rasa lelah tidak tergambar di wajah Sigit Agus Himawan. Padahal, pria berkumis
kelahiran Banyuwangi itu baru saja tiba dari Jakarta. Ditemani secangkir teh,
dia mulai menceritakan kisahnya bergelut dan akhirnya menggantungkan mata
pencaharian pada sampah. Dilihat dari latar belakang pendidikan, bapak tiga
anak itu bukan dari disiplin ilmu yang terkait dengan sampah. Dia lulusan
Teknik Kelautan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.



Seperti kebanyakan, setelah lulus kuliah pada 1990, Sigit pun mencari pekerjaan
yang sesuai dengan ilmu yang dipelajari. Setelah melamar sana-sini, akhirnya
dia diterima sebagai karyawan di sebuah perusahaan kontraktor di Jakarta.
Profesi yang digeluti mengantarkannya untuk mengunjungi negara lain



Saat melihat home industry di Tiongkok, timbul keinginan Sigit untuk
berbinis. ''Tiba-tiba saya merasa bosan jadi pegawai,'' tambahnya. Dengan
memiliki usaha sendiri, tentu prospek ke depan lebih terjamin. Begitu pikirnya.
Padahal, posisinya ketika itu sudah cukup mapan. Gaji yang diterima juga cukup
besar, Rp 6,5 juta per bulan. Jumlah cukup besar di awal 1990-an



Tapi, tekadnya tidak bisa diubah. Dia ingin berbisnis sendiri. Maka, dia keluar
dari perusahaan itu dan memilih tinggal di Pacet, Mojokerto. Sebuah perubahan
drastis memang. Sejak itu praktis dia tidak memiliki pekerjaan tetap. Bahkan,
dia harus menjual karbol (pembersih lantai) buatannya untuk sekadar mencari
uang untuk makan keluarga. Dia juga melirik kotoran sapi sebagai objek
penelitian. Di sekitar rumahnya banyak kotoran sapi. ''Dari lulur mandi,
karbol, sampai kotoran saya jual. Gimana lagi, wong sudah tidak
punya pekerjaan,'' kisahnya.



Sigit lalu memanfaatkan kotoran tersebut sebagai pupuk. Dari situ dia mulai
terpikir untuk melakukan hal serupa terhadap sampah. Kalau sampah dijadikan
penyubur tanah, prospeknya pasti bagus, begitu pikirnya. Apalagi, tidak banyak
orang yang mau bermain di lahan itu. ''Nyium baunya aja orang sudah malas,''
ucapnya lantas tertawa.



Bisnis pupuk mengantarkan Sigit pada pemahaman terhadap ilmu pertanian. Sigit
mengamati, hasil panen yang berupa sayuran atau buah yang tak terpakai akan
dibuang sebagai sampah. ''Nah, setelah jadi sampah tidak ada yang
memanfaatkan. Jadinya sampah tambah menumpuk, kualitas lahan semakin menurun,''
jelasnya.



Sigit melihat ada missing link. Sebenarnya sampah jenis organis tersebut
bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas lahan itu. Jaringan yang hilang
itulah yang ingin disambungnya supaya menjadi sebuah siklus yang saling
berkesinambungan. Demi keinginannya itu, pada 2000 suami Siswayati tersebut
nekat pergi ke Bekasi. Yang dia tuju adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Bantar Gebang. Alasannya pergi ke tempat itu adalah untuk mempelajari karakter
sampah, manajemen sampah, sampai kultur masyarakat pemulung di sana. ''Kalau
mau menjadi sahabat sampah, kita harus bicara dulu dengannya. Pendekatan,''
ucapnya filosofis.



''Pendekatan'' yang dipilih Sigit adalah ikut menjadi pasukan ninja. Menjadi
pemulung bersama penduduk lain. Selama satu tahun dia melakoni pendekatan itu.
Dia pun tinggal di sekitar TPA, membangun rumah seadanya dari papan. ''Pokoknya
bisa untuk tidur,'' ucapnya. Cukup ekstrem memang.



Sigit sendiri menyebut dirinya orang yang berani. ''Berani miskin,'' tegasnya.
Gara-gara aksi nekatnya itu, dia sering disebut wong gendeng oleh
saudaranya. Setiap hari, mulai pukul enam pagi dia sudah berada di TPA. Tak
ketinggalan topi ninja melekat di kepalanya. Seharian penuh dia berada di
tempat itu bersama pemulung lain.



Jika teman-temannya mengambil sampah plastik, dia justru mengambil sampah
organik. Sampah itulah yang tidak diambil oleh pemulung lain. ''Penghasilan
mereka kan dari sampah plastik itu,'' tutur bungsu dari sembilan
bersaudara tersebut.



Dari Bantar Gebang, Sigit mendapatkan sebuah ide untuk berinovasi. Dia ingin
membuat kompos berbentuk granular supaya tidak tertiup angin dan tidak terbawa
air. Sebab, jika berbentuk serbuk, kemungkinan tersebut akan terjadi.



Berbekal ide dan modal lima juta rupiah dia pindah ke Bandung. Di sana dia
mulai melakukan penelitian tahap selanjutnya. Dia menyewa mesin granulasi dari
sebuah pabrik kapur pertanian. ''Perhitungan sewanya berdasarkan jumlah sampah
yang saya pakai. Per kilo bayar berapa, gitu,'' kata juara pertama lomba
form riset dan teknologi industri se-Indonesia ini.



Pupuk buatannya itu kemudian diujikan. Uji tanam itu, selain dilakukan di
Bandung, juga dilakukan di Mojokerto, sambil pulang kampung. Begitu terus
sampai akhirnya dia mendapatkan formulasi yang pas. Setelah mencoba beberapa
kali, ternyata tanggapannya bagus. Mereka tidak perlu menggunakan pupuk dalam
jumlah banyak, namun hasil panen meningkat. Lama-lama pupuknya tersebut mulai
dikenal. Oleh seorang teman dia diberi modal untuk menyewa pabrik di
Purwakarta. Itu adalah pabrik pertamanya. ''Dulu pabrik teh tapi sudah tidak
terpakai, saya sewa,'' lanjutnya.



Usaha Sigit terus mekar. Di bawah bendera PT Komposindo Granular Arendi, kompos
ciptaannya telah diproduksi di tiga pabrik. Tepatnya di Karawang, Sragen, dan
Jember. Karyawannya mencapai 150 orang tiap pabrik. ''Saya menjabat direktur
teknik sekaligus pemegang saham di situ (PT Komposindo Granular Arendi, Red)
,'' ungkapnya.



Dalam mengelola pabriknya tersebut, Sigit bekerja sama dengan pemda setempat.
Kerja sama itu tentu saja masih berkaitan dengan sampah. Bahan baku utama untuk
membuat kompos adalah sampah yang dia ambil dari tempat pembuangan akhir (TPA)
di tiga kota itu. ''Tapi, mereka (pemerintah, Red) tidak keluar duit. Semua
investasi dari kami,'' jelasnya.



Pada 2005 dia mendapat izin pemasaran dari Departemen Pertanian. Daerah
pasarnya pun menjadi semakin luas. Setelah merasa teknologi buatannya sudah
oke, akhirnya Sigit mulai mencari investor. Hasilnya, sekarang sudah berdiri
tiga pabrik. Ada 42 distributor se-Indonesia yang membantu pemasarannya. Pupuk
kompos granulasi organik yang dinamai Rabog itu dipasarkan hingga ke Riau.
Bulan depan dia berencana ekspansi di Bondowoso. Target lain, dia akan
membangun pabrik di Mataram. ''Targetnya sih tahun ini,'' katanya.



Sampai sekarang kadang dia masih merasa tidak percaya dengan apa yang telah
dilakukannya. ''Jujur saja, saya jadi insinyur karena dipaksa orang tua.
Cita-cita saya sebenarnya ingin jadi pemusik,'' ungkapnya merendah. (*/kim)


http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=49777







Semoga informasi ini dapat membantu agar tidak panic akibat Flu Babi yang merebak hari ini.



1*. Apa itu Swine Flu atau Flu Babi ?*

Swine Flu ( H1N1 )adalah Virus Flu pada binatang babi yang tidak sama
dengan Virus Flu pada manusia.

Swine Flu yang saat ini menyerang secara pandemi di Mexico & US adalah
Swine Flu yang

mengalami Mutagenic Shift dari gabungan beberapa Virus Flu diantaranya :
Swine FLu Babi + Avian FLu + FLu Manusia.



2. *Mengapa hal demikian dapat terjadi ( gabungan beberapa virus ) ?*

Pada dasarnya Genetic Virus Flu sering berubah rubah.

Akibatnya Respon Immune *tidak dapat mengenal sepenuhnya* ( parsial )
pada waktu infeksi berulang.

Pada waktu yang bersamaan terdapat Virus Influenza yang lain yang
menginfeksi sel yang sama

Terjadilah pencampuran Virus yang akan mengakibatkan Strain yang baru (
Mutagenic / Antigenic Shift )



Dapat juga terjadi suatu Evolusi ( Mutagenic Drift )



Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila di kemudian hari dapat
timbul Influenza Virus Kuda ( H7N7 , H4N8 ) , Virus Lembu Sapi bahkan Ikan
Paus ( H3N2 )



3. *Bagaimana penularan Swine Flu ?*

a. Melalui Human to Human infection

b. Orang yang terinfeksi Swine Flu dapat menyebarkan Germ Flu ( Basil
Kuman ) sehari sebelum Gejala Flu mereka muncul hingga 7 hari setelah mereka
sakit

c. Penularan melalui udara

d. Penularan melalui kontak tangan dengan selaput lendir

Contoh : Kita menyentuh object yang di pegang oleh orang yang
terinfeksi Swine Flu

Tanpa kita sadari kita menyentuh mata kita sendiri misal
Gatal atau kucek mata , hidung & mulut

e. *Pada daerah SUBTROPIS ( daerah yang mempunyai 4 musim )*

Tetapi kita yang berada di daerah Tropis tidak boleh lengah begitu
saja



4. *Seberapa parahkah Penyakit Swine Flu ?*

a. Penyakit ini berbeda antara Mexico & America.

Mexico lebih parah dari America.

b. Penyakit ini lebih ganas dari Avian Flu 3 - 5 kali akan tetapi dalam
populasi jauh lebih kecil dari Avian Flu.

Bila 100 orang terinfeksi Avian FLu maka kemungkinannnya 80 orang
akan meninggal dunia

Bila 100 orang terinfeksi Swine Flu maka kemungkinannnya 7 orang akan
meninggal dunia



c. Penyakit ini menyerang Paru paru dan menyebabkan kematian karena
mengalami Kegagalan Pernafasan ( Respiratory Failure ) akibat pembuluh darah
paru

yang pecah.



5. *Bagaimana gejala Swine Flu ?*

Gejala Swine Flu yang tersering adalah :

a. Demam lebih dari 37,7 C

b. Rasa Capek

c. Kurangnya nafsu makan

d. Batuk



Ada juga penderita disertai gejala tambahan :

a. Pilek

b. Sakit Tenggorokan

c. Mual

d. Muntah

e. Diare



Tips : *Waspadalah bila kita mengalami Flu disertai Muntah & Diare !*

* *

6. *Apa yang harus saya lakukan dirumah bila menderita Flu ?*

a. Selain untuk berobat hindarilah bepergian , lebih baik sementara di
rumah.

b. Bila bersin & batuk tutuplah hidung dan mulut dengan tissue . Kemudian
segeralah buang tissue itu ke kotak sampah.

c. Cucilah tangan anda segera !

d. Banyaklah istirahat

e. Ukurlah suhu tubuh sebelum tidur

f. Mintalah Ibu memasak Sop Ayam ( anti inflammatory ) & makanlah selagi
hangat

g. Minumlah Teh Hijau ( antioxidan ) , bila memungkinkan campurlah dengan
Black Tea ( antioxidan ). Minumlah selagi hangat , hiruplah uapnya

h. Minumlah Lemon , Madu & Whiskey sedikit ( biasa untuk orang Eropa )

i. Mandilah air hangat

j. Vitamin C yang mengandung Zn ( Zegase atau Zegavit ) atau Jeruk Peres

k. Banyaklah minum terutama air hangat.



7. *Apa obat Swine Flu ?*

Tamiflu ( Oseltamivir ) 75 mg Capsule : 2 x 1 Capsule selama 5 – 7 hari

Relenza ( Zanamivir )

Obat ini akan efektif bila di minum kurang dari 36 - 48 jam sesudah
serangan Swine Flu. Dan akan terasa perbaikan pada keesokan harinya.

Di America ditemukan ada juga yang sembuh tanpa pengobatan Tamiflu atau
Relenza ( CDC = Center for Disease Control & Prevention )



8. *Bagaimana mencegah Swine Flu ?*

a. Mencuci tangan dengan Sabun & Air atau Alkohol Based Hand Cleaner

* **Kondisi yang mengharuskan kita mencuci tangan :*

* * Sebelum mulai bekerja*

* * Sesudah dari Toilet*

* * Apapun yang di kotori oleh Pekerjaan*

* * Sebelum memegang Sarung Tangan / Handuk / Alat Pelindung Diri (
termasuk Pakaian dll )*



b. Jangan terlalu dekat dengan orang yang sedang terinfeksi

Jangan malu untuk memakai Masker

c. Jangan menyentuh langsung selaput lendir seperti mata , Hidung & Mulut



9. *Tanda tanda Kondisi Emergency di rumah* :

a. Penderita mengeluh Sakit Dada dan atau Kesulitan Bernafas

b. Daerah di sekitar bibir menjadi biru atau keunguan

c. Muntah dan Diare yang berlanjut

d. Tanda tanda Dehidrasi ( Kekurangan Cairan )

e. Respon lambat dari biasanya atau Bingung an



10. *Kelompok yang beresiko terkena penyakit lebih berat* ( cepat beralih ke
kondisi Emergency )

a. Penderita berumur 65 tahun keatas

b. Semua golongan yang mempunyai penyakit Kronik ataupun Metabolic

c. Penderita penyakit Paru , Jantung & Immune System

d. Trimeter Ke tiga dari Kehamilan atau sehabis melahirkan



*PANDEMIC PREPAREDNESS PLAN_ WHO SCIENTIST : HITOSHI OSHITANI*

*If a Pandemic starts we cannot do anything to stop it. *

*What we can do , once a pandemic starts , is just to reduce the negative
impact by being better prepared.*

*If you start thinking of what you should do after a pandemic starts , it
will be too late*





Semoga bermanfaat ,

By (Dr Tan Suryo)







(Dulu Kondektur Sekarang Juragan)


Lewat kerja keras dan keuletan, Muhadi sukses menjadi pengusaha bus Dedy
Jaya. Ia merintis usahanya dari berdagang es lilin serta menjadi kondektur
bus. Kini bisnisnya sudah menggurita, mulai dari hotel, pabrik cat, mal,
hingga toko bangunan.

Soal nasib urusan belakang. Itulah pegangan hidup Muhadi Setiabudi,
konglomerat asal Brebes, Jawa Tengah. Kerja kerasnya selama sekitar 19
tahun kini membuahkan hasil. Grup usaha PT. Dedy Jaya Lambang Perkasa yang
berdiri sekitar 15 tahun silam, kini menjelma menjadi kerajaan bisnis
dengan 2.500 karyawan. Lini usahanya juga sungguh beragam luas, mulai dari
mengelola ratusan armada di bawah bendera perusahaan otobus (PO) Dedy
Jaya, hotel, pabrik cat, toko bahan bangunan, toko emas, hingga bisnis mal
di Brebes, Tegal & Pemalang. "Nasib itu urutan kesekian. Siapa pun yang
bekerja keras pasti bisa berhasil," ucap lelaki kelahiran Brebes, Maret
1961 ini mantap.

Muhadi tentu tidak asal omong. Boleh dibilang pria yang hanya menamatkan
pendidikan madrasah tsanawiyah (setingkat SMP) dari sebuah pesantren di
Cirebon ini, benar-benar sudah membuktikannya. Maklum, kerajaan bisnisnya
itu ia rintis dengan susah payah dan bukan terima menjadi dari warisan.
"Saya benar-benar mulai dari nol besar," tandas bapak tiga anak ini.

Merintis Sukses Dari Berdagang Bambu

Simak saja kisahnya. Muhadi muda sempat melakoni pekerjaan kasar seperti
berdagang es lilin di kampung, menjadi kondektur bus, serta berjualan
minyak tanah. Pekerjaan itu ia jalani hingga 1979 atawa sekitar lima tahun
sejak menamatkan pendidikan menengah. Di saat senggang, ia juga ikut
membantu ayahnya bertani di sawah.

Jalan terang agaknya mulai terbentang setelah Muhadi menikahi Atik Sri
Subekti pada 1981. "Waktu itu umur saya baru 19 tahun, tapi saya nekat
menikah," tuturnya mengenang. Nasibnya berubah bukan karena dia menikahi
anak konglomerat. Sebaliknya, mungkin karena kian terdesak harus membiayai
keluarga barunya, dia tak bisa lagi menyandarkan penghasilan dari kerja
serabutan itu.

Maka, Muhadi mulai menerjuni usaha dagang bambu dengan modal awal sekitar
Rp 50.000. Modal ini ia kumpulkan dari upah membantu orang tuanya di
sawah. "Usaha ini masih saya pertahankan sampai sekarang karena ia adalah
cikal bakal semua usaha yang tidak bisa saya lupakan," tutur Muhadi.

Guratan sukses Muhadi tampaknya memang sudah terukir di bambu. Sebab,
jerih payahnya berjualan bambu tersebut menuai hasil lumayan. Apalagi
beberapa pesanan dalam jumlah besar juga mulai berdatangan. Misalnya, dia
sempat mendapat order dari sebuah kontraktor bangunan untuk menyuplai
ribuan batang. Untungnya meningkat, dari sekitar Rp 70.000 sebulan menjadi
Rp 470.000 saban bulan.

Selain mendapat order, ada berkahnya juga Muhadi bergaul dengan para
kontraktor itu. Ia jadi mulai mafhum tentang seluk-beluk usaha bahan
bangunan. Dua tahun setelah berdagang bambu, Muhadi lantas mendirikan toko
bahan bangunan dengan modal yang ia kumpulkan dari untung berdagang bambu.
"Kekurangannya saya pinjam dari bank," ucapnya terus terang.

Rupanya pilihan Muhadi melebarkan sayap ke bisnis bahan bangunan sungguh
tepat. Karena usaha barunya itu benar-benar menjadi tambang emas yang
tiada henti mengalirkan untung. Bahkan, tujuh tahun setelah berkutat di
material, keuntungannya dari berjualan bahan bangunan sudah bisa menjadi
modal untuk membeli beberapa bus besar. Muhadi seperti terobsesi berusaha
di jasa sarana angkutan. Boleh jadi selain meraup untung dari jasa ini,
dia ingin mengenang masa sulitnya menjadi kondektur.

Kini, jumlah armada busnya yang berbendera PO Dedy Jaya sudah mencapai
ratusan unit. Penumpang asal Pantura, Tegal, Pekalongan, dan Purwokerto
yang hendak ke Jakarta tentu sudah tak asing lagi dengan bus ini. Maklum,
Dedy Jaya melayani trayek Jakarta-Purwokerto, Jakarta-Tegal, dan
Jakarta-Pemalang-Pekalongan. Ia mencomot nama untuk bus serta grup
usahanya dari nama anak pertamanya, Dedion Supriyono. Selain menggeluti
bus, Muhadi juga mulai merambah ke toko emas dan bisnis perkayuan.

Masih Muda Sudah Kaya Raya

Konglomerasi bisnis Muhadi tak berhenti sampai di situ saja. Ia pun mulai
melirik bisnis pusat perbelanjaan lantaran melihat peluang yang masih
terbuka lebar di Tegal. Selain itu, "Saya ingin menjadi pelopor pengembang
pribumi, daripada peluang itu diambil developer dari luar," ucapnya.

Alhasil, berdirilah Mal Dedy Jaya pada 1998, yang kini menjadi pusat
perbelanjaan termegah di kota warteg itu. Tak puas mendirikan mal, Muhadi
lantas menerjuni pula bisnis perhotelan. Dua tahun berselang setelah
membangun mal itu, ia juga membangun dua hotel berbintang sekaligus. Satu
di Tegal dan satunya lagi di Brebes.

Sepak terjang Muhadi boleh dibilang mencengangkan karena ia membangun
kerajaan bisnis itu saat usianya baru menginjak 31 tahun. Tak heran jika
ia mendapat banyak penghargaan berkat keuletannya tersebut. Ini bisa
dilihat dari tiga buah lemari besar yang penuh berisi berbagai
penghargaan. Yang paling membanggakan Muhadi, dia pernah terpilih menerima
penghargaan upakarti dari presiden. "Saya bangga, karena saya ini cuma
orang desa," tuturnya merendah.

Muhadi tak memungkiri bahwa perkembangan bisnisnya ini tak lepas dari
peran bank yang mengucurinya kredit. Tentu saja tak serta-merta bank mau
mengucurkan pinjaman ketika usahanya belum sebesar sekarang. Kendati
sekarang utangnya masih lumayan besar, dia mengaku tak risau ataupun malu.
"Saya baru malu kalau tak bisa membayar," tegasnya.

Begitulah, kerja kerasnya kini sudah membuahkan hasil. Toh, ia tak lantas
puas dengan hasil yang sudah ia peroleh. Muhadi juga tak lantas
bermewah-mewah dengan hasilnya selama ini. Kantornya pun sederhana. Hanya
sebuah ruang seluas 24 m2 di salah satu sudut rumahnya di Jalan Raya
Cimohong, Bulakamba, sekitar tujuh kilometer dari pusat kota Brebes. Toh,
dari kota kecil inilah Muhadi mengendalikan bisnisnya yang sudah
menggurita.


Menggulung Layar Hiburan dan Kapal Ikan

Sudah lumrah setiap ada senang pasti ada susah. Kalau tidak untung ya
rugi. Demikian pula dengan bisnis yang dijalani Muhadi. Tidak semua
usahanya berjalan mulus dan menjadi tambang duit yang berlimpah. Salah
satu usahanya yang terpuruk adalah bioskop Dedy Jaya di Tegal. Semula
bioskopnya sempat menjadi maskot dan sasaran hiburan warga Tegal. Namun,
usaha itu menjadi berantakan akibat membanjirnya video compact disc (VCD)
bajakan yang murah meriah. Bioskopnya menjadi sepi pengunjung dan
pemasukannya makin seret hingga berbuntut rugi. Tak heran Muhadi lantas
melego bisnis tontonannya itu.

Selain bioskop, bisnis kapal ikannya pun terpaksa gulung tikar. Itu
terjadi akibat sengitnya persaingan di Tegal serta belitan krisis moneter
pada 1997 hingga 1998. Padahal, kala itu usaha Muhadi baru mulai berbiak
dan membutuhkan dana besar untuk mengembangkannya. Sayang, ketika itu tak
ada bank yang berani mengucurkan kredit. Muhadi mengaku hampir menyerah
saat itu lantaran imbasnya begitu dahsyat menerpa usahanya. "Berat sekali
waktu itu. Ternyata lebih mudah merintis ketimbang mempertahankan usaha
yang sudah ada", kenang Muhadi.

Sumber : http://bocahblitar.multiply.com/journal








(Ciputra: Wirausaha Dituntut Kreatif Hadapi Ekonomi Sulit)
Written by Ahmad Nabhani - Okezone Thursday, 05 March 2009

JAKARTA - Di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi yang berjalan lambat akibat krisis ekonomi global dan menimbulkan efek negatif, para pengusaha dituntut menjadi lebih kreatif untuk memanfaatkan peluang yang ada. Pasalnya, di setiap kesulitan dan rintangan disitu ada peluang emas, bagi mereka yang jeli dan tidak berserah diri.


Presiden Komisaris PT Ciputra Tbk (CTRA) Ciputra mengatakan, para pengusaha saat ini dituntut kreatif dan memanfaatkan peluang yang ada, bilamana ingin bertahan atau survive. Namun sayangnya, para pengusaha Indonesia bisa jeli memanfaatkan kondisi yang ada kecil jumlahnya . "Seiring persaingan dan rintangan kedepan, pengusaha yang sejati dituntut untuk lebih kreatif," katanya dalam sebuah talkshow di Jakarta pada akhir pekan lalu.

Kata Ciputra, negara ini butuh para entrepreneurship yang sejati untuk membantu pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat dan tidak hanya menjadi bangsa pekerja. Karena saat ini lapangan kerja yang ada tidak lagi mampu menampung lulusan perguruan tinggi yang jumlahnya jutaan setiap tahun.

Tak ayal, jiwa entrepreneurship di kalangan anak muda dinilai menjadi jalan keluar untuk membuka lebih besar lapangan kerja. Di sisi lain, berkembangnya wirasusaha muda di berbagai sektor mempunyai nilai tambah yang mampu meringankan beban pemerintah mengatasi pengangguran.

Dia kembali menegaskan, upaya mengatasi masalah ketenagakerjaan, tidak ada cara lain kecuali melahirkan wirausaha-wirausaha. Ini menjadi tantangan berat buat Indonesia. "Dan pengusaha yang ada jangan melakukan pemutusan hubungan kerja," paparnya.

Penyerapan tenaga kerja, kata Ciputra tidak bisa hanya bergantung pada perusahaan yang ada dan terlebih ditengah kondisi perekonomian yang memburuk serta banyaknya perusahaan yang merumahkan karyawan dan potensi gulung tikar. Setidaknya dibutuhkan 4,4 juta wirausaha sejati untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Menurut Ciputra, seorang wirausaha atau entrepreneur adalah orang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Wirausaha sejati tidak hanya mampu mengubah rongsokan jadi emas, tetapi juga dapat melahirkan wirausaha sukses lainnya. "Di Eropa, kewirausahaan sudah populer 6-7 tahun lalu, sementara di Amerika 30 tahun lalu. Pemerintah di negara-negara Eropa aktif membantu dan menjadikan entrepreneur sebagai gerakan nasional," ungkapnya.

Menjadi seorang wirausaha muda yang sejati, dinilainya tidak pernah ada ruginya dan selalu membawa manfaat bagi orang lain. Dia pun menceritakan pendek pengalamannya menjadi wirausaha, di mana berkat semangat entrepreneurship yang dimilikinya, dia mampu pertama kalinya keluar negeri hingga memiliki asset tanah seluas 400 hektar di Vietnam.

Seakan tidak bosan, lelaki yang di juluki bapak real estate Indonesia ini, selalu menganjurkan pentingnya menumbuhkan semangat wirausaha muda sejak dini dan perlunya dorongan pemerintah untuk memfasilitasi mereka. Pasalnya bangsa yang maju bukanlah dicetak dari bangsa pekerja, namun pencipta pekerja.

Sebagai gambaran, Ciputra yang biasa disapa Pak Cik ini mengawali karirnya sebagai konsultan arsitektur bangunan yang hanya bermodalkan garasi sebagai kantor utamanya. Alumnus Institut Teknlogi Bandung (ITB) jurusan arsitektur pada tahun 1960 ini sudah merintis karirnya sejak duduk di tingkat IV semasa kuliah.

Karirnya mulai melejit ketika hijrah ke Jakarta bersama teman-temannya dengan menggarap proyek bergengsi untuk pembagunan pusat perbelanjaan di kawasan Senen. Berhasil menjalankan proyek tidak membuat dirinya puas begitu saja. Dia kemudian mendirikan Grup Jaya di tahun 1961 dengan modal Rp 10 juta.

Kesabaran dan keseriusannya menjadi enterpreneur, membuat nilai asetnya terus beranak pinak dan hingga kini tercatat sekira Rp 5 triliun. Dengan dukungan kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaan di luar jawa, yakni Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai dan terakhir Grup Ciputra.

Selain merambah properti dalam negeri, Ciputra juga merambah properti luar negeri. Di mana saat ini Grup Ciputra sedang mengembangkan Citra Westlake City seluas 400 hektar di Ho Chi Minh City Vietnam.





(Kisah sukses)
Rabu, 18 Maret 2009 KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ
Kristison, Menjadi Dokter Gigi karena Pulsa:

Kristison Simbolon tak hanya bisa meraih gelar dokter gigi pada April
2008, tetapi ia juga dapat membiayai kuliah dua adik dan lima karyawannya.
Tahun ini dia membiayai kuliah tiga karyawan lainnya. Semua itu dari hasil
usahanya berjualan pulsa, dengan keuntungan yang mencapai Rp 30 juta per
bulan.

Kris, panggilannya, memiliki tujuh kios telepon seluler dan 14 karyawan.
Ia juga menitipkan beberapa barang dagangan kepada belasan kios milik
teman-teman dengan sistem konsinyasi.

”Saya tak pernah membayangkan bisa hidup cukup seperti sekarang,” kata
lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Bandung, ini.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Bandung tahun 1998, ia paham
betul tak bisa hidup berkecukupan. Orangtuanya adalah petani yang hanya
mampu memberi dia bekal Rp 1 juta untuk biaya pendaftaran dan administrasi
kuliah. Ia hanya mengantongi sisa uang sebesar Rp 200.000, dan tak ada
lagi dana kiriman dari kampung.

Untuk bertahan hidup sehari-hari, Kris berjualan mi instan untuk
teman-teman di asrama yang lembur mengerjakan tugas kuliah. ”Mereka malas
mencari makan ke luar asrama,” katanya.

Selain itu, ia juga menjual bolpoin untuk teman-teman sekampus. Kris juga
bekerja sebagai penjaga tempat penyewaan VCD di bilangan Jatinangor,
Sumedang, tak jauh dari lokasi kampusnya. Upahnya waktu itu Rp 2.500 per
hari.

Setelah sekitar setahun bekerja sebagai penjaga penyewaan VCD, Kris
memahami seluk-beluk pemasaran sekaligus jaringan distribusi VCD. Tahun
2000 ia mendirikan tempat penyewaan VCD sendiri karena animo mahasiswa
menyewa VCD relatif tinggi. Ketika itu ia hanya punya modal Rp 800.000,
sedangkan untuk sewa tempat setahun saja diperlukan Rp 4 juta.

Tak kehabisan akal, ia berusaha meyakinkan si pemilik tempat agar
diperbolehkan membayar sewa dengan mencicil. Dikurangi uang muka sewa
tempat dan peralatan lain, Kris hanya mampu menyediakan 30 keping VCD
untuk disewakan. Namun, dalam tempo tiga bulan, ia bisa menyediakan
ratusan keping VCD.

Bisnis pulsa

Ketika penggunaan telepon seluler merambah kampus, Kris melihat peluang
bisnis baru. Jadi sejak 2003 dia menyisihkan keuntungan penyewaan VCD
sebesar Rp 300.000 per bulan untuk modal berjualan pulsa.

Hari demi hari, nama Kris mulai tenar di kampus sebagai penjual pulsa.
Bahkan sebagian dosennya pun menitipkan uang (deposit) pulsa mulai dari Rp
100.000 hingga Rp 200.000.

”Dosen-dosen yang juga dokter itu kan sibuk. Mereka mungkin berpikir,
daripada harus parkir mobil dulu hanya untuk membeli pulsa, lebih baik
beli pulsa lewat saya saja. Caranya gampang, tinggal SMS atau telepon,”
katanya.

Tidak hanya di kampus, Kris juga menerapkan teknik berjualan pulsa yang
sama di beberapa rumah sakit sewaktu dia mendapat tugas praktik. Model
pembelian pulsa seperti ini ternyata sangat menguntungkan. Uang deposit
yang dititipkan kepadanya mencapai Rp 1,5 juta per bulan. Dana ini lalu
dia manfaatkan sebagai modal mengembangkan usaha pulsa.

Saat menjalani tugas co-asisten dokter gigi pada akhir 2003, dia pindah
indekos di daerah pusat Kota Bandung. Pada masa itu ia mengembangkan usaha
dengan mendirikan kios pulsa di kawasan Geger Kalong Tengah.

Dari tempat itu, usahanya makin berkembang, hingga dia bisa memiliki 10
kios pulsa dan mempekerjakan 14 karyawan. Di samping itu, dia juga
menitipkan sebagian barang dagangannya ke belasan kios milik orang lain.

Membantu mahasiswa

Pundi-pundi Kris kian menggemuk, tetapi ia tak lupa pada masa sulit pada
awal kuliah. Ia bertekad ”berbagi” dengan mahasiswa dan orang lain yang
kesulitan keuangan. Dia lalu meminjamkan tiga sepeda motor kepada
mahasiswa yang ingin bekerja dengannya.

Para mahasiswa ini membawa voucher pulsa dan nomor perdana telepon seluler
untuk dijajakan di tempat-tempat ramai, seperti Pasar Kaget Gasibu dan
Alun-alun Kota Bandung. Kawasan jelajah mereka pun makin luas hingga ke
Lembang. Dalam sehari setiap mahasiswa tersebut bisa memperoleh keuntungan
lebih dari Rp 10.000.

Dengan caranya sendiri, Kris juga membantu organisasi nirlaba yang
membutuhkan dana. Ia menyuplai puluhan, bahkan ratusan, nomor perdana atau
voucher pulsa untuk dijual para anggota organisasi tersebut. Keuntungan
dari usaha ini sepenuhnya menjadi hak si penjual.

Sukses sebagai pengusaha dan meraih cita-cita sebagai dokter gigi,
berbagai penghargaan lalu menghampirinya. Pada 2006, misalnya, Kris
mendapat hadiah dari operator telepon seluler XL berupa tamasya gratis ke
China dan Hongkong. Tahun 2008 dia memperoleh penghargaan sebagai Penjual
Nomor Perdana Telkomsel Terbaik dan juara Red Outlet Competition (ROC)
Telkomsel Bandung, Cianjur, dan Sumedang, Jawa Barat.

”Saya sebenarnya bukan orang yang mempunyai bakat berdagang atau
berbisnis. Keadaanlah yang memaksa saya untuk bertahan dan berusaha terus
agar kita bisa hidup, syukur-syukur dapat membantu orang lain,” katanya.

Maka, Kris tak pelit berbagi pengalaman usaha, kepada para karyawannya
sekalipun. Ia justru merasa perlu meyakinkan mereka untuk terus
mengoptimalkan potensi diri, termasuk di bidang pendidikan formal. Itulah
mengapa dia tak ragu membiayai lima karyawan yang bertekad menyelesaikan
kuliah, dan tiga orang lainnya tahun ini menyusul masuk perguruan tinggi.

Soren (21), salah seorang karyawannya, merasa beruntung bisa bekerja
dengan Kris. Dia dapat bekerja sambil tetap kuliah. Kini ia masuk semester
empat pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas
Pendidikan Indonesia. Padahal, sebelumnya dia sempat bingung setelah gagal
kuliah melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).

”Waktu itu saya pikir tak mungkin bisa kuliah karena tak punya cukup dana
untuk membiayai kuliah di perguruan tinggi yang semakin mahal,” ujar
Soren.

Kris selalu menanamkan keyakinan kepada semua karyawan bahwa tak ada yang
mustahil bisa diraih. ”Saya sendiri bisa menjadi dokter gigi karena gigih
berusaha dan tak malu berjualan pulsa,” katanya memberi contoh.

Satu lagi obsesi Kris yang diharapkan bisa terwujud tahun 2009 ini. Dia
ingin membangun klinik kesehatan di Kecamatan Parongpong, sebuah daerah
pelosok di kawasan Kabupaten Bandung Barat.

Mengapa? ”Karena warga Parongpong yang sakit baru bisa menikmati pelayanan
kesehatan yang layak di Kecamatan Lembang atau di Kota Cimahi, yang
jaraknya sampai 15 kilometer hingga 20 kilometer dari Parongpong.”

”Saya berharap mereka bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang murah,
mudah, dan dekat. Apalagi beberapa teman yang juga dokter sudah siap
membantu,” kata Kris. (Mohammad Hilmi Faiq)









Manufaktur China Terpukul Lalu Bangkit Perlahan
Sabtu, 4 April 2009 - 17:19 wib Ade Hapsari Lestarini - Okezone


BEIJING - Industri manufaktur China secara perlahan mulai menunjukkan geliatnya. Sempat terpukul, namun sektor tersebut pada Maret 2009 tercatat melonjak 52,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 49 persen.

"Bulan ini indeks PMI China (yang menunjukkan angka industri) secara berkelanjutan sudah mulai pulih," demikian pernyataan yang dikeluarkan China Federation of Logistics dan Purchasing, seperti dilansir dari Associated Press, Sabtu (4/4/2009).

Angka tersebut berdasarkan survei yang dilakukan di bidang manufaktur dan dikeluarkan federasi itu sedang setelah industri ini sempat jatuh dan menyebabkan banyak pekerja dirumahkan.

Presiden China Hu Jintao mengatakan, penggangguran menjadi sebuah masalah besar. Pendapatnya ini sempat disampaikan sebelum forum G20 di London, Inggris, selain adanya paket stimulus yang dikucurkan sebesar 4 triliun yuan atau setara USD586 miliar.

Setidaknya, kolapsnya industri ini membuat banyak pabrik-pabrik di China tutup dan pemerintah mengatakan bahwa setidaknya 20 juta orang dirumahkan dari pekerjaan mereka.

"Namun demikian, industri manufaktur akan segera menanjak di China," ujar analis dari Moody's Sherman Chan.

Bagaimanapun juga, pertumbuhan ekonomi China tidak akan kembali seperti semula, seperti saat sebelum krisis dulu. Pemulihannya juga akan terjadi bertahap.

"Ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah China untuk bisa meraih target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen di 2009 ini," pungkasnya. (rhs)



(Kisah Sukses)

Sabtu, 4 April 2009
Ahmad Nabhani - Okezone

JAKARTA - Menjadi pengusaha sukses dan memimpin perusahaan dengan berpenghasilan besar tidak harus menunggu tua, namun bisa memulai dari umur yang sangat belia.

Setidaknya ini bukanlah mimpi tapi kenyataan. Pasalnya sudah banyak cerita menggambarkan pengusaha muda sukses yang mengawali usahanya dari awal dan salah satunya Elang Gumilang (23) CEO PT Dwikarsa Semestaguna, pengusaha muda yang sukses di bidang properti.

Kisah sukses pemuda seperti Elang di Indonesia masih langkah dan mungkin hanya seribu satu, karena walaupun masih berstatus mahasiswa dirinya sudah memimpin sebuah perusahaan dengan omset bermiliaran.

Di saat mahasiswa lainnya disibukkan dengan pergulatan kuliah untuk menggapai masa depan yang lebih baik, Elang sudah mendapatkannya. Pemuda kelahiran Bogor 23 tahun lalu sudah mempunyai masa depan yang baik dengan sukses membuka lapangan kerja dan memperkerjakan ratusan orang berkat kegigihannya untuk berwirausaha yang sudah terasah sejak di bangku SMA.

Menurut Elang, kesuksesan yang diraihnya saat ini bukanlah datang begitu saja. Tapi usaha dengan kerja keras, karena sesuatu tidak didapatkan dengan gratis. Pesan tersebut lah yang selalu diajarkan kedua orang tuanya.

Semangat bisnisnya sudah terlihat sejak kecil dan bahkan naluri beriwarusahanya sangat tajam dalam melihat peluang usaha. Tak ayal dirinya sempat merasai bergai macam pekerjaan, mulai dari berdagang donat, menjadi tukang minyak goreng, jualan bolham hingga terakhir menjadi developer properti untuk pembangunan rumah sangat sederhana. Dikatakannya, bisnisnya di bidang properti diawali sebagai marketing perumahan.

"Saya di marketing tidak mendapat gaji bulanan, hanya saja mendapatkan komisi setiap mendapat konsumen," ujarnya, dalam acara Radio Trijaya, bertajuk Talk to CEO, di Jakarta.

Berkat pengalaman sebagai marketing perumahan yang dinilai cukup, telah membuatnya mempunyai pengetahuan di dunia properti.

Sejak saat itu, diapun memberanikan diri ikut tender dalam properti. Kesuksesan yang didapatkannya waktu itu menang dalam tender pembangunan sekolah dasar di Jakarta Barat senilai Rp162 juta.

Kemudian, ambisinya yang ingin terus maju membawanya membangun rumah sangat sederhanya bagi rakyat kecil. Pasalnya saat ini bisnis properti kebanyakan ditujukan hanya untuk kalangan berduit saja.

Sedangkan perumahan yang sederhana dan murah yang terjangkau untuk orang miskin masih jarang sekali pengembang yang peduli. "Banyak orang di Indonesia terutama yang tinggal di kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun, biasanya kendala mereka karena DP yang kemahalan, cicilan kemahalan, jadi sampai sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah," jelasnya, dalam acara Radio Trijaya, bertajuk Talk to CEO, di Jakarta.

Dengan modal patungan Rp340 juta, pada tahun 2007 Elang mulai membangun rumah sehat sederhana (RSS) yang difokuskan untuk si miskin berpenghasilan rendah. Dari penjualan rumah yang sedikit demi sedikit itu. Modalnya Elang putar kembali untuk membebaskan lahan di sekitarnya. Rumah bercat kuning pun satu demi satu mulai berdiri.

Elang membangun rumah dengan berbagai tipe, mulai tipe 22/60 dan juga tipe 36/72. Rumah-rumah yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi tersebut ditawarkan hanya seharga Rp25 juta dan Rp37 juta per unitnya.

"Jadi, hanya dengan DP Rp1,25 juta dan cicilan Rp90 ribu per bulan selama 15 tahun, mereka sudah bisa memiliki rumah," ungkapnya.

Berbisnis tidak selamanya berjalan lurus dan pasti ada gelombangnya, terlebih sektor properti. Kekurangan modal dan memaksanya memeras otak mencari jalan keluar. Namun hal tersebut disiasatinya dengan mencari penyandang dana dengan sistem bagi hasil. "Kebetulan latar pendidikan saya dari ekonomi, sedikit-sedikit tahu jurusnya," katanya.

Meskipun demikian, dia tetap mempertahankan komposisi kepemilikan sebesar 40 persen.

Naiknya harga bahan baku membuatnya perlu melakukan penyesuaian-penyesuaian dan termasuk dengan kondisi krisis ekonomi global saat ini. Bila dahulu Elang melepas satu unit rumah sederhana seharga Rp23 juta per unit, sekarang rencana anggaran biaya (RAB) mencapai Rp33 juta per unit. Dengan jumlah itu baru bisa menutupi biaya produksi sekaligus memberi keuntungan.

Krisis ekonomi global saat ini disikapinya dengan optimisme. Pasalnya di industri properti Indonesia tidak terlalu bergantung pada asing, sehingga masih ada keyakinan pasar terus terbuka. "Industri properti Indonesia masih didominasi oleh pasar lokal. Orang asing belum boleh memiliki properti di Indonesia," tandasnya.

Sebelumnya, rasa optimistis industri properti juga disampaikan Presdir PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah S Thaib. Hiramsyah melihat krisis ini sebagai momentum bagi industri properti untuk menata diri agar lebih berkembang dan kompetitif.

Krisis, akan menciptakan titik keseimbangan baru bagi pengembang. "Lihatlah, pengembang dengan fundamental kuat dan strategi yang tepat akan bertahan, dan bahkan makin eksis, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga global," paparnya.

Namun, dia tidak menampik akan adanya sejumlah proyek yang tertunda akibat kesulitan likuiditas. (rhs)





Ekonomi Amerika Bergerak Dua Arah
Sabtu, 4 April 2009
Andina Meryani - Okezone

WASHINGTON - Perekonomian Amerika Serikat menghadapi kondisi anomali. Peningkatan penjualan perumahan dan pesanan industri kecil dan keuntungan ekonomi menjadi suatu sinyal positif untuk perbaikan ekonomi.

Namun di sisi lain, dirilisnya angka pengangguran sekira 13,2 juta orang keluar dari pekerjaan, ikut menampar harapan positif perbaikan perekonomian AS.

"Bursa kerja yang telah terjun dalam lima bulan terakhir dan pendarahan besar di pasar tenaga kerja akan terus terjadi,? ujar ekonom California State University Sung Sohn, seperti yang dilansir AFP, Sabtu (4/4/2009).

Bahkan, Sohn memprediksikan, pengangguran akan melebihi 10 persen pada 2010. Dia menyebutkan bahwa meskipun Amerika dapat melakukan pemulihan ekonomi namun jutaan rakyat Amerika akan tetap menjadi "pesakitan".

Namun menurut Komisaris Biro Statistik Tenaga Kerja Keith Hall, angka tersebut tidaklah terlalu suram. "Ada sedikit titik terang di bulan ini dari laporan pekerjaan," katanya kepada Kongres Komite Bersama Ekonomi AS, seperti dikutip dari Associted Press, Sabtu (4/4/2009).

Sementara itu, paket stimulus yang digulirkan juga dinilai tidak akan memberikan imbas pembukaan lapangan pekerjaan secara signifikan.

Sebelumnya, ekonom Presiden Barack Obama menyatakan, tanpa stimulus fiskal, angka pengangguran akan bengkak hingga sembilan persen hingga akhir 2010. Padahal, akhir bulan lalu, jumlah pengangguran sudah mendekati 8,5 persen.
(rhs)



Ekonomi Global 2009 Menyerupai Great Depression
Andina Meryani - Okezone

NEW YORK - Kondisi ekonomi global terus memburuk, lebih dari perkiraan. Kemungkinan ekonomi akan terjadi lebih cepat daripada saat tragedi Great Depression.

Pernyataan itu merupakan prediksi Paul Volcker, salah satu penasihat utama Presiden Barack Obama, seperti dilansir Associated Press, Sabtu (21/2/2009).

Volcker mengingatkan, produksi industri di seluruh dunia akan menurun lebih cepat daripada di Amerika Serikat. Padahal, Negeri Paman Sam juga tengah berada di bawah tekanan yang tidak kalah hebat.

"Saya tidak ingat kapan, semua akan turun drastis mungkin akan melebihi Great Depression, saat ini semua hal turun cukup cepat dan menyeluruh," ujar Volcker saat jamuan makan siang dengan para ekonom dan investor di Columbia University.

Mengingat semakin luasnya kondisi tersebut, dia menyatakan, peraturan keuangan harus segera diperbaiki dan ditingkatkan untuk mencegah kondisi yang semakin buruk lagi. Namun kebijakan tersebut harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu hal-hal lebih lanjut saat kekacauan global ini terjadi terus-menerus.

"Ada sedikit korelasi antara kecanggihan dari sistem perbankan dan pertumbuhan produktivitas," katanya.

Dia menekankan, pentingnya mencegah lembaga keuangan yang cukup besar untuk mengajukan paket yang beresiko tinggi seperti hedge funds atau dana untuk perdagangan sendiri.

Volcker menambahkan krisis itu diawali dengan ketidakseimbangan global seperti kurangnya dana pihak keriga di Amerika Serikat. Tetapi ketidakberanian banyak negara di dunia untuk mengambil kebijakan menyebabkan keterlambatan.

"Setelah krisis meledak penting untuk mengambil tindakan tegas, termasuk peraturan yang lebih efektif dan struktur beberapa gerakan yang seragam terhadap sistem akuntansi." ujarnya

Untuk itu, semua lembaga keuangan yang dianggap gagal harus tunduk pada pentingnya keterbukaan. (rhs)



Hillary Janji Isu Ekonomi RI Dibahas di Washington
Kamis, 19 Februari 2009 - 13:50 wib TEXT SIZE : Mardanih - Okezone

JAKARTA - Sejumlah isu utama ekonomi telah disampaikan ke Menteri Luar Negeri Hillary Clinton. Dia pun berjanji akan menyampaikan setibanya di Washinton untuk ditindaklanjuti.

Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (19/2/2009).

"Kemarin Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda juga menyampaikan ke Hillary Clinton dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyampaikan. Dia akan membawa masalah ini ke Washington dan membahasnya dengan price secretary," tutur Sri Mulyani.

Jadi, lanjut Sri Mulyani, pemerintah akan menindaklanjuti pernyataan Hillary sesuai dengan persetujuan dan pandangannya. Dalam pertemuan tersebut, Hillary menyatakan pentingnya menjaga stabilitas dan performa perekonomian Indonesia antar kedua negara.

"Dan Amerika memberikan simpati dan dukungan terhadap kinerja yang selama ini dicapai oleh Indonesia," ujar Sri Mulyani.

Seperti diberitakan, Menkeu meminta Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton agar Amerika memberikan semacam asuransi atas krisis likuiditas dolar Amerika kepada Tanah Air.

Asuransi tersebut berupa swap agreement atau perjanjian pinjaman dari perbankan sentral negara-negara yang memiliki cadangan dolar AS cukup banyak. (rhs)





Jum'at, 20 Maret 2009
China & India Tak Kuasa Topang Ekonomi Dunia:

Rani Hardjanti - Okezone

BEIJING - Ekonomi dunia pada tahun ini sudah pasti melemah. Kejatuhan ekonomi diawali oleh negara maju. Perhatian pun beralih ke negara Asia yang masih berdenyut.

Namun negara yang menjadi andalan untuk menopang pertumbuhan dunia, yakni India dan China diramalkan tidak mampu memompa secara maksimal. Dengan demikian ancaman adanya kontraksi ekonomi terparah sejak 60 tahun terakhir semakin nyata.

"Sekarang kita sangat dimungkinkan melihat ekonomi akan berjalan negatif. Walau ekonomi China dan India masih akan tumbuh, tapi dua negera tersebut tidak akan mampu mengangkat beban dunia," ujar Head of The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Angel Gurria, seperti dikutip AFP, Jumat (20/3/2009).

Anggel Gurria mengatakan, pihaknya memiliki proyeksi yang sama dengan International Monetary Fund (IMF) mengenai kontraksi ekonomi di tahun ini. "IMF meramalkan ekonomi dunia akan berada di bawah nol persen pada tahun ini," ujar Managing Director IMF Dominique Strauss-Kahn, awal bulan ini.

Berdasarkan penghitungannya, ekonomi China pada tahun ini hanya akan tumbuh di kisaran 6-7 persen saja. Sedangkan World Bank baru saja merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Negeri Macan Asia ini, dari 7,5 persen menjadi 6,5 persen. (rhs)

http://m.okezone.com



World Bank: 2009, Ekonomi Dunia Rontok!
Senin, 9 Maret 2009
Rani Hardjanti - Okezone


NEW YORK - Bank Dunia kembali memperingatkan bahwa ekonomi dunia akan terpuruk pada tahun ini. Kejatuhan ekonomi akan memburuk sejak Perang Dunia ke-II.

Artinya, kondisi ekonomi akan jatuh ke level terendah sejak 80 tahun silam. Hanya dalam waktu empat bulan, banyak negara dimungkinkan terkoyak. Diproyeksikan, krisis finansial global ini akan menimbulkan kerugian hingga ribuan miliar dolar dari seluruh penjuru dunia.

Seperti dikutip Associated Press (AP) Senin (9/3/2009), lembaga donor dimungkinkan tidak bisa memenuhi kebutuhan dana segar negara berkembang. Padahal, World Bank telah menurunkan estimasinya.

Proyeksi ini bukanlah yang pertama. Proyeksi mengerikan ini juga pernah dilaporkan oleh International Monetary Fund (IMF) awal tahun ini.

IMF memangkas proyeksi ekonomi dunia. Walau sudah rendah namun proyeksi terus semakin melandai. Bahkan, dinyatakan akan lebih buruk sejak 1939, saat Perang Dunia ke-II berkecamuk.

"Pertumbuhan ekonomi dunia diprediksikan akan jatuh hanya menjadi 0,5 persen pada tahun ini. Ini terburuk sejak Perang Dunia ke-II," sebut IMF dalam paparan tertulisnya, seperti dikutip dari AFP, Kamis 29 Januari 2009. (rhs)






March 20, 2009

94% of Facebook users hate new design:
Facebook's redesign is getting an emphatic thumbs down from the notoriously change-wary users of the social network.

Ninety-four per cent of the nearly 800,000 Facebook users who have voted in a poll on the site said they do not like the changes rolled out in the past two weeks.

Only six per cent said they approve the redesign.

Among those writing comments alongside the poll, user Nik McCarthy said the change "Pretty much sucks. Better before."

"I was still figuring it out and it changed," said Melissa Reed, and user Mark Wysocki wrote that the design was too cluttered, with "way too much information."

"Bring back the old style," he urged.

"Hard to navigate," said Chanel Chartrand. "Really don't like it."

Mara Soriano was among the minority who liked the changes. "I think it's fantastic," she wrote.

As TechCrunch blogger Michael Arrington wrote, Facebook maybe should have heeded the old saw: "Don't ask a question you don't want the answer to."

Changes to the home page include making the status update question "What's on your mind?" adding real-time Twitter-like chatter and tools that let people organize and filter messages or updates from those listed as "friends."

The fast-growing Facebook boasts more than 175 million members and founder Mark Zuckerberg believes the number will reach 200 million by the end of this year.








China won't save the world
Willie Pesek
March 6, 2009 -
The idea that China can grow strongly as the world unravels is a fantasy. Ditto for the view that China is going to save the global economy.
China is already slowing, of course. The third-biggest economy grew 6.8% in the last quarter of 2008. Such growth sounds like heaven just about everywhere else. Yet for an economy at China's level of development, one that zoomed along at a 13% pace in 2007, it's hell.
Premier Wen Jiabao was wrong to err on the side of caution yesterday when he delivered the Chinese equivalent of the US State of the Union address. He said the country's 8% growth target is within reach, indicating an additional stimulus package isn't needed. It's a bad call, and Wen is likely to regret it as 2009 unfolds.
Markets are sensing as much. On Wednesday, stocks around the globe soared on hopes that at least one major economy would skirt disaster. Markets came back to Earth yesterday after China quelled stimulus speculation. As the global meltdown deepens, it probably means the export demand that drives China won't return until well into 2010.
Five reasons for pessimism
Here are five reasons a Chinese rebound in 2009 may not pan out:
1. World growth is collapsing. This isn't hyperbole, but a sobering fact. The International Monetary Fund can't downgrade its global growth estimates fast enough as the credit crisis overwhelms economies as diverse as Ireland, Japan, the United Arab Emirates and the US.
Asian governments are increasing spending to soften the blow from falling asset prices, consumer spending and manufacturing. The European Central Bank is struggling to keep up with the region's plunging economy.
The trillions of dollars of wealth being lost as markets plummet are depleting public coffers and damaging consumer psychology. It's not a good environment for any government hoping for a revival in global demand.
2. China's key customer is in hiding, indefinitely. Just when you thought conditions in the $US14 trillion ($22 billion) US economy couldn't get any worse, they ''deteriorated further'' in almost all corners of the country over the last two months, the Federal Reserve said in its regional business survey.
Wang Hanmin, a sales manager at Yixing Bochangyuan Garments Co. in Jiangsu province, spoke for many this week when he said exporters are facing a ''life and death'' crisis. Exporters are so worried that they are calling on the government to weaken the yuan after the biggest slump in overseas sales in more than a decade.
One thing is for sure: The US consumer isn't about to help China out of this dilemma.
3. A lack of tools. It's important to remember that the 4 trillion yuan ($910 billion) spending plan unveiled in November was more spin than reality. Much of it wasn't new, but a tally of existing spending efforts. They were never going to boost a $US3.3 trillion economy anyway.
China's almost $US2 trillion of currency reserves would seem to give the nation considerable policy latitude. Yet China's vast economy lacks the financial infrastructure to get the bang it needs from its stimulus in yuan. Would building more roads, bridges and dams do the trick?
''8% GDP doesn't really tell you anything about job creation,'' says Stephen Green, Shanghai-based head of research for China at Standard Chartered Plc. ''Many of these projects are not particularly job-intensive.''
The spending will help, but such projects didn't propel growth as hoped over the last 30 years. Exports did.
4. All those US Treasuries. Financing loads of new projects could prove dicey, even for cash-rich China. Any move to draw down $US696 billion of US government debt could leave China with major losses and prolong the US recession.

That leaves domestic lending institutions. If China wants to avoid a Japan-like bad-loan crisis, or something far worse, it has to be careful about massive public-works projects with questionable economic benefits.
Of course, there's the ''official'' gross-domestic-product figure, and then there's the real situation in the most populous nation. The double-digit drops in exports among China's biggest trading partners in Asia show how bad things are getting. Offsetting those trends won't be easy and it won't be cheap.
5. Rebalancing takes time. Just as the US needs to become a nation of savers, China needs more consumers. That's a destabilizing, decade-long process that requires the creation of national safety nets and more education and health-care spending.
Reverse migration
Making that transition would be a big enough challenge with a healthy world economy. Doing it while Group of Seven members are in recession and developing Asia is slowing rapidly will prove extraordinarily difficult.
Wen wasn't exaggerating yesterday when he said China faces its ''most difficult'' year of the past 30. How much China's export collapse is hurting can been seen in the 20 million migrant workers who are suddenly unemployed. The risk of social unrest is higher than at any time since 1989, the year of the Tiananmen Square protests.
China's top-down system has worked extraordinarily well in recent years. It's still a stretch to think the country can turn its economy upside down in this ever-worsening environment.
Wen says China needs to ''reverse the economic slide as soon as possible.'' Too bad officials in Beijing think their work is largely done. It's not, no matter what the official spin is.

Bloomberg News







Investasi
China Bidik Pelabuhan Indonesia

Jakarta, 21 Pebruari 2009
Departemen Perhubungan (Dephub) menyebutkan, investor asal Cina disebut-sebut membidik beberapa pelabuhan di Indonesia sebagai tujuan investasi.

"Cosco group asal Cina, berkomitmen untuk itu. Mereka sedang cari-cari lokasi pelabuhan yang hendak dibangun," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafi`i Djamal, di Jakarta, Jum`at (20/2).

Dijelaskannya, selama mereka masuk ke Indonesia menggandeng perusahaan asal Indonesia dengan komposisi saham maksimal 49 persen, secara regulasi tidak ada masalah. "Undang-Undang Pelayaran yang baru, memang membuka peluang untuk itu," katanya.

Selain itu, perusahaan itu, telah membentuk perusahaan patungan dengan PT PT Cosbulk Indonesia Global Shipping (CIGS) untuk melayani pengangkutan batu bara di dalam dan luar negeri. "Prinsipnya sama, selama kepemilikan nasional, tetap mayoritas, tidak masalah," katanya.

Jusman memperkirakan, ekspansi perusahaan asing dengan menggandeng perusahaan nasional dalam beberapa tahun depan akan marak seiring rencana pemerintah yang akan menerapkan azas cabotage (muatan dalam negeri diangkut oleh bendera nasional) mulai 2011.

Cosco Group asal Cina sendiri sebelumnya telah membentuk CIGS berpatungan dengan PT Global Putra International Group.

CIGS saat ini fokus melayani pengangkutan batu bara di dalam dan luar negeri.

CIGS berencana mengoperasikan satu kapal curah kering ukuran 300.000 ton dan mendatangkan 10 unit kapal ukuran handymax senilai 300 juta dolar AS hingga 2010.

Hingga 2010, Data Dephub menyebutkan Indonesia masih membutuhkan sedikitnya 390 unit kapal terdiri dari 10 kapal ukuran panamax, 13 kapal handymax, dan 367 kapal tuq/barge. "Masuknya Cosco menunjukkan bahwa Indonesia masih termasuk negara pilihan para pelaku bisnis dalam berinvestasi," tambah Jusman. [EL, Ant]




Pertemuan SBY-Hillary
Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi RI-AS

Jakarta, 19 Pebruari 2009
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan perlunya Indonesia dan
Amerika Serikat menjaga momentum kerja sama ekonomi seiring dengan krisis
keuangan global.

"Presiden menginginkan agar dalam suasana ekonomi yang sulit baik di AS
dan Indonesia tahun ini kerja sama ekonomi bukan dikendorkan tapi justru
digiatkan," kata Juru bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, di Kantor
Kepresidenan Jakarta, Kamis, mengomentari pertemuan presiden dengan Menlu
Amerika Serikat Hillary Clinton.

Menurut Dino, perdagangan kedua negara pada 2008 lalu mencapai 20,1 miliar
dolar AS dan nilai investasi AS di Indonesia senilai 10,6 miliar dolar AS.
Dino mengemukakan hal itu usai berlangungnya pertemuan Presiden dengan
Menlu AS Hillary Clinton.

Lebih lanjut, ia mengatakan Presiden Yudhoyono menyebut pertemuan 45 menit
itu sebagai "menyenangkan dan produktif".

"Dalam pertemuan itu Presiden menyambut baik upaya yang dilakukan kedua
belah pihak untuk melakukan kemitraan komprehensif," katanya.

Dino mengatakan ide kemitraan komprehensif itu berawal dari seruan
Presiden Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja ke Washington DC pada
Desember 2008.

"Presiden menekankan perlunya Indonesia dan AS membangun kemitraan
strategis," ujarnya seraya menambahkan bahwa rincian dari kemitraan
tersebut sedang dibahas di tingkat teknis.

Pada kesempatan itu, kata Dino, Menlu AS Hillary memuji keberhasilan
Indonesia menyelaraskan Islam, demokrasi dan pengakuan hak-hak perempuan.

Terumbu karang

Sementara itu Presiden menyampaikan penghargaannya atas dukungan AS dalam
program perlindungan terumbu karang yang digagas Indonesia, dan program
pendidikan melalui beasiswa bagi para pelajar Indonesia.

Presiden Yudhoyono juga menyampaikan perlunya AS terlibat dalam upaya
internasional mengatasi perubahan iklim, mengingat AS adalah salah satu
emiter besar.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Plt Menko Perekonomian Sri
Mulyani, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa dan Seskab
Sudi Silalahi itu kata Dino, tidak dibahas mengenai kasus Munir dan
Hambali.

Kedatangan Hillary ke Istana Kepresidenan diikuti oleh rombongan besar
yang terdiri atas pasukan pengamanan, pejabat Deplu AS, pejabat Kedubes AS
di Indonesia dan sejumlah wartawan AS.

Pada kesempatan itu Hillary yang mengenakan setelah jas dan celana panjang
berwarna biru tua setelah berpamitan kepada Presiden Yudhoyono tiba-tiba
menghampiri kerumunan puluhan wartawan asing dan lokal yang telah
menantinya.

Mantan ibu negara AS itu secara spontan menyalami para wartawan yang
kemudian berebutan mendekatinya sehingga merepotkan para pengawalnya.

Hillary yang tiba di Indonesia Rabu (18/2) sekitar pukul 14.08 WIB itu
melakukan kunjungan kerja selama dua hari, 18-19 Febuari di Indonesia.

Sebelum melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Yudhoyono, Hillary
telah bertemu dengan timpalannya, Menlu Hassan Wirajuda, Sekretaris
Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan dan sejumlah tokoh masyarakat Indonesia.

Mengenai pertemuannya dengan Hassan, Hillary mengungkapkan bahwa kedua
menteri luar negeri membahas berbagai isu terutama mengenai keinginan
"presiden dan rakyat" Indonesia dan AS untuk membenrtuk kemitraan yang
lebih komprehensif.

Ia antara lain menyebut kerja sama di bidang perlindungan lingkungan,
perubahan iklim, perdagangan, investasi, pemajuan demokrasi, kesehatan,
pendidikan, keamanan kawasan dan kontra terorisme.

Mantan ibu negara itu juga memuji Indonesia yang disebutnya telah
melakukan banyak perubahan positif dalam 10 tahun terakhir, yaitu berhasil
membangun lembaga yang kuat serta masyarakat madani.

"Pada saat yang sama, Indonesia juga menghormati HAM dalam menjalankan
perang yang sukses terhadap terorisme dan ekstrimisme, berhasil mengakhiri
konflik sektarian dan separatisme serta bekerja membuat dunia ini menjadi
tempat yang lebih aman bagi perdagangan global dan HAM," ujarnya.

Sementara itu dalam acara makan malam dengan sejumlah tokoh masyarakat di
Gedung Arsip Nasional, ia berkata, "jika ingin menyaksikan demokrasi,
Islam dan pengakuan hak-hak perempuan berjalan selaras maka datanglah ke
Indonesia".

Indonesia adalah negara kedua dalam lawatan pertama Hillary ke luar negeri
sebagai Menlu AS, setelah Jepang. Seusainya melakukan lawatan di
Indonesia, ia dijadwalkan menuju Korea Selatan dan China.




Jakarta, 15 Pebruari 2009
Penurunan arus barang untuk ekspor dan impor melalui Pelabuhan Tanjung.

Priok masih terus terjadi akibat menurunnya permintaan ekspor dari negara
tujuan.

"Memang akan terjadi penurunan ekspor menurut pengelola car terminal
Tanjung Priok. Volume ekspor yang melalui JICT juga mengalami penurunan
kira-kira 30% (dibanding Desember 2008). Penurunan itu akibat dampak dari
krisis ekonomi global," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di
sela-sela inspeksi mendadak ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Sabtu
(14/2).

Menurut Mendag, penurunan arus barang terjadi karena pengiriman yang
dilakukan masih berdasarkan pemesanan dan traksaksi 2008. Mendag mengaku
tidak bisa memprediksi seberapa besar penurunan ekspor dan impor yang
terjadi selama Februari. "Susah diperkirakan. Saya juga tidak berani
memperkirakan karena proyeksi perekonomian dunia banyak ketidakpastian
yang akan kita hadapi. Tapi kita tentunya berharap dan akan bekerjakeras
untuk mempertahankan pasar yang sudah ada serta menembus pasar baru,"
jelasnya.

Sementara, perbaikan infrastruktur arus ekspor dan impor terus dipantau
pelaksanaannya sambil menunggu pulihnya perekonomian dunia dari dampak
krisis global. "Walaupun orang mungkin membayangkan ada slowdown dalam
ekspor tapi justru ini adalah waktu untuk kita membenahi prasarana ekspor
dan impor sehingga pada saat perekonomian dunia membaik, mudah-mudahan
pada tahun depan. Kita sudah siap dengan prasarana,"jelasnya.

Menteri Perhubungan Jusman Syafi`i Djamal mengatakan, perbaikan prasarana
yang direncanakan sudah dilaksanakan.

Jusman menyebutkan, penggunaan double crane oleh JICT (Jakarta
International Container Terminal) akan memperlancar arus keluar masuk
kontainer di Tempat Penimbunan Sementara milik JICT. "Sekarang bisa
melayani 32 kontainer per jam, dulu hanya 28 kontainer per jam," ujarnya.

Perluasan car port juga sesuai jadwal yang dijanjikan yaitu pada Maret ada
penambahan seluas 2 hektare. Perluasan Terminal Tanjung Priok juga sudah
mulai terlihat. Saat ini, terminal yang melayani sekitar 80% ekspor dan
impor Indonesia itu dapat menampung 2 juta kontainer per tahun. Perluasan
lahannya diharapkan bisa menampung hingga 3 juta kontainer per tahun.

Penerapan sistem National Single Window (NSW) juga akan mempercepat
prosedur ekspor dan impor sehingga biaya logistik akan menurun dan produk
Indonesia lebih berdaya saing dibanding produk negara lain.

Sementara itu, Jusman berharap, perbaikan Jembatan Marunda dan pembangunan
jembatan baru akan selesai dua pekan lagi sehingga arus barang ekspor dan
impor kembali normal.

Sejak akhir Januari 2008, jembatan Marunda yang terletak di Kawasan
Berikat Nusantara (KBN) Marunda ambruk dan menyebabkan arus lalu lintas
dialihkan melalui Jalan Raya Cilincing.

Direktur Utama PT KBN, Raharjo Arjosiswoyo, memperkirakan kerusakan
jembatan itu mengakibatkan kerugian sekitar Rp3-4 miliar.






Kamis, 12/02/2009 17:28 WIB
Ekonomi RI Masuk 3 Terbaik di Asia


Jakarta - Perekonomian Indonesia di tahun 2009 masih termasuk yang lumayan di Asia. Di kawasan Asia, hanya 3 negara yang diperkirakan pertumbuhan ekonominya masih positif, dan satu diantaranya adalah Indonesia.

Hal ini dikatakan oleh Gubernur BI Boediono dalam rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/2/2009).

"Indonesia sebenarnya sampai saat ini posisi kita relatif baik, di Asia hanya 3 negara yang pertumbuhannya positif yaitu Cina, India dan Indonesia. Sementara Malaysia 0% dan yang lainnya negatif," tuturnya.

Dalam rapat tersebut Boediono menceritakan hasil pertemuan bank sentral se-Asia Pasifik yang dihadirinya beberapa waktu lalu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Suasana yang ditangkap dari pertemuan itu, hampir semua bank sentral, situasi global tampaknya lebih buruk dari yang dibayangkan, dan pemburukannya akan semakin sangat cepat. Jadi saat ini mereka memikirkan bagaimana memperkuat ketahanan masing-masing negara," tuturnya.

Karena itu menurut Boediono, Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan, karena dampak krisis ekonomi global yang datang berangsur-angsur. "Kita perlu siapkan diri menghadapi krisis yang mungkin lebih dalam dan panjang, jadi kita perkuat stamina," ujarnya.

Untuk asumsi pertumbuhan ekonomi 2009 Indonesia menurut BI adalah 4-5%. "Dengan downside risk atau risiko ke bawah cukup besar," jelasnya.

Untuk inflasi 2009 diperkirakan 5-7%, suku bunga SBI 3 bulan adalah 7,5%, dan nilai tukar rupiah Rp 11.000/US$.





Kamis, 12/02/2009 17:32 WIB
3 Kunci Penahan Krisis Global

Jakarta - Dalam rangka menjaga ketahanan negara dari ancaman situasi krisis ekonomi global yang terjadi, Bank Indonesia mengatakan ada 3 hal yang menjadi kunci langkah.

Hal ini dikatakan oleh Gubernur BI Boediono dalam rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/2/2009).

"Pertama adalah melonggarkan kebijakan moneter, semua negara melakukan itu dan negara yang cadangan devisanya kuat akan cepat melonggarkan, seperti AS dimana seluruh uang yang beredar adalah cadangan devisa, sehingga bank sentralnya menurunkan suku bunga hampir ke 0%," tuturnya.

Boediono mengatakan, negara-negara seperti Indonesia yang punya 2 masalah likuiditas yang perlu dikendalikan yaitu mata uang lokal dan mata uang cadangan devisa, akan lebih hati-hati melonggarkan kebijakan moneternya.

"Hal kedua adalah memperkuat sektor perbankan, karena macam-macam masalahnya, ada negara yang perbankannya mandek atau tidak mengucurkan kredit," jelasnya.

Kemudian hal ketiga adalah stimulus fiskal, dimana dikatakan Boediono hampir semua negara menerapkan stimulus fiskal dan ini sangat penting.

"(Stimulus fiskal) sangat penting dan tidak bisa kita tinggalkan. BI dukung usulan pemerintah untuk persetujuan Dewan untuk paket stimulus fiskal," ujarnya.

Boediono mengatakan nilai stimulus fiskal yang diajukan pemerintah sebesar Rp 71,3 triliun dalam batas wajar, jika dilihat dari jumlah stimulus fiskal yang dikeluarkan beberapa negara.

"Sebagai catatan, Kongres AS menyetujui stimulus fiskal yang dikeluarkan Obama sebesar US$ 800 miliar atau Rp 8.800 triliun, tapi banyak yang katakan tidak cukup. Jadi kalau kita targetkan Rp 71,3 triliun, itu dalam batas yang wajar," pungkasnya.



Rabu, 04/02/2009
Tahun Mengkerutnya Ekonomi RI


Jakarta - Tahun 2009 diperkirakan akan menjadi tahun proses pengkerutan ekonomi Indonesia yang ditandai melemahnya 3 hal penggerak ekonomi yaitu ekspor yang anjlok, investasi anjlok dan merosotnya konsumsi swasta dan pemerintah.

Ekonom Econit Rizal Ramli membuat perkiraan yang ekstrim yakni pertumbuhan ekonomi hanya menyentuh 3,3% di tahun ini.

"Tahun 2009 ini tahun pengkerutan, the year of retrenchment dibidang ekonomi," kata Rizal dalam acara Economic Outlook tahun 2009, di Jakarta, Rabu (4/2/2009).

Ia mencontohkan untuk pertumbuhan ekspor tahun ini diprediksi akan melorot hingga minus 5%, yang biasanya tumbuh 20% di tahun sebelumnya.

Mengenai investasi, dipastikan akan banyak investor yang banyak membawa modalnya pulang kampung ke negara asalnya untuk kepentingan ekonomi negaranya masing-masing.

"Jadi jangan berharap di 2009 akan ada investasi portofolio ke Indonesia, apalagi ada pemilu, investor sambil menunggu kebijakan pemerintah baru," jelas pria yang sudah mencalonkan diri sebagai presiden ini.

Dari sisi konsumsi, Rizal mengatakan pada kurun waktu 10 tahun lalu jumlah konsumsi domestik mencapai Rp 5100 triliun, selama 10 tahun itu juga terjadi kenaikan konsumsi hingga 5,3 kali lipat yang didukung oleh komoditi, pertambangan dan hot money.

"Ketiganya akan anjlok di 2009, tingkat konsumsi yang tinggi sekarang sulit untuk berlanjut lagi di 2009 atau 2010," katanya.

Rizal menambahkan, hal-hal tadi semakin diperparah dengan adanya proyeksi defisit transaksi berjalan hingga minus US$ 3,1 miliar di 2009, padahal tahun 2008 lalu sempat surplus US$ 821 juta.

"Defisit ini akan menekan rupiah ke titik yang paling lemah," ucapnya.

Hal yang sama pun akan terjadi pada defisit di neraca modal yang diperkirakan hingga mencapai US$ 5 miliar.

"Kondisi seperti itu ekonomi Indonesia akan mengalami hard landing di tahun ini, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya 3,3%," imbuhnya.

Stimulus Pemotongan Pajak Salah Kaprah

Mantan Menko Perekonomian ini juga menilai kebijakan stimulus ekonomi yang direncanakan sebesar Rp 71 triliun untuk tahun 2009 dinilai salah kaprah, sehingga tidak akan berpengaruh signifikan bagi pemulihan ekonomi dari dampak krisis dan penciptaan lapangan kerja.

Dana sebesar Rp 71 triliun justru sebesar 80% digunakan dalam bentuk potongan pajak, padahal seharusnya yang bisa dilakukan pemerintah adalah melakukan pengeluaran langsung.

"Umumnya yang punya NPWP itu kelas menengah keatas, tapi mereka juga masih hati-hati untuk mengeluarkan uangnya efek penggandanya akan semakin kecil," kata Rizal.

Ia merasa heran terhadap pola stimulus yang diterapkan Indonesia yang sangat berbeda dengan negara lain. Rizal mencontohkan seperti negara AS justru menerapkan stimulus pengeluaran langsung yang difokuskan pada penggunaan belanja produk dalam negeri.

"Dari total stimulus 80% dalam bentuk tongan pajak, efeknya relatif kecil, saya tidak tahu mereka (pemeintah ) belajar dari mana," ketusnya.

Sementara itu ekonom Econit Hendri Saparini menambahkan bahwa salah satu kaprah pemerintah menerapkan stimulus adalah dalam kasus bantuan Bea masuk di tanggung pemerintah (BM DTP) untuk produk bahan baku susu yang justru akan mendorong Industri dalam negeri berlomba-lomba mengimpor produk luar negeri.

"Ini tidak ada efeknya bagi penciptaaan lapangan kerja," ujar Rizal lagi.






Kamis, 12/02/2009 18:04 WIB
Arus Modal ke Negara Berkembang Terus Menyusut

Jakarta - Arus modal global ke negara berkembang dengan terjadinya krisis ekonomi global yang terjadi semakin terus menyusut. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan arus modal swasta yang pada 2007 hampir mencapai US$ 1.000 miliar saat ini menurun.

"Untuk negara-negara berkembang dampaknya nyata, arus modal dunia yang biasanya US$ 800 miliar sekarang menciut. Arus modal swasta saat ini hanya US$ 170 miliar, jauh di bawah 2007 yang hampir capai US$ 1.000 miliar," tuturnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/2/2009).

Selain itu, dengan krisis yang terjadi, kapitalisasi pasar saham Indonesia dikatakan Menkeu juga menurun dari Rp 2.000 triliun saat ini hanya sebesar Rp 1.000 triliun.

"Transaksi perdagangan SUN juga turun dari Rp 5 triliun per hari menjadi di bawah Rp 3 triliun per hari. Investor menarik dananya dari negara berkembang karena ingin memperkuat ekonomi di negaranya," ujarnya.
(dnl/qom)





1 February 2009


S. Korea Still No. 1 Shipbuilding Nation:
South Korea retained its No. 1 ranking in the global shipbuilding industry in terms of new orders, order backlogs and volume of vessels built in 2008, according to a London-based market researcher Thursday. The nation's shipbuilders such as Hyundai Heavy Industries won a combined 17.5 million compensated gross tons (CGTs) in new orders last year, accounting for 41.1 percent of all global new orders, Yonhap News reported quoting Clarkson Plc.
Consequently, South Korea has maintained the top spot in terms of new orders since 2003.
Chinese shipbuilders took the second spot with orders totaling 14.9 million CGTs last year, outpacing Japanese rivals which won a combined 4.89 million CGTs.
Clarkson said South Korean shipbuilders' combined order backlogs totaled 67.7 million CGTs, making up nearly 35.8 percent of 189.2 million CGTs in global backlogs. China followed with 60.73 million CGTs.
South Korea, home to seven of the world's top 10 shipyards, has clinched record-high orders in the past few years because of strong demand for crude carriers and offshore exploration equipment amid lofty oil prices.
But new shipbuilding orders worldwide fell 52 percent last year, hit by a global economic crisis. The orders which South Korean shipbuilders won also fell 47 percent last year.
By shipbuilder, Hyundai Heavy Industries, the world's largest shipyard, had 12.93 million CGTs in order backlogs, trailed by Samsung Heavy Industries with 10.43 million CGTs and Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering with 9.98 million CGTs.

Source: Korea Times



Container Train to Port on Operation:
PT Berlian Jasa Terminal Indonesia operates container transport service by using railway mode in the route of Tanjung Perak Port (Surabaya) – Tanjung Priok Port (Jakarta). President Director of PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) Rachmat Satria said the procurement of container transport service at Jakarta-Surabaya route was held through cooperation with PT Multi Terminal Indonesia




MOL to scrap 17 ships:
Japan’s second-biggest shipping firm, MOL, will scrap 17 aging ships – 15 automobile carriers and two Cape-size bulkers – by the end of March, a company spokesman said.The scrapping comes in responseto a sharp slump in demand for sea transport from automakers and steelmakers amid the global economic downturn, the spokesman said, asking not to be named.



CPO export tax set at zero percent:
Crude palm oil (CPO) exports for February 2009 shipments will be subjected to zero percent export taxes because The CPO reference price is still less than US$750 per ton, a senior trade official said.



PSA's January-November container traffic up 8.8pc:
Singapore's PSA International has announced that its container terminals in the Lion City handled 26.86 million TEU in the first 11 months of the year, an increase of 8.8 per cent compared to the same period last year.


MELL Openes Okinawa Office:
Having the constant increasing of cargo handling, the MARIANA EXPRESS LINES, LTD (MELL) a Singapore incorporated SHIPPING Co. (Global Freight as General Agents) has opened their OKINAWA (Naha) office and is now further strengthening their Hong Kong - Kaohsiung - NAHA service.




28 Mei 2008
PT. Surya Bumi Raya Meluncurkan offial website www.suryabumiraya.com guna memberikan informasi kepada masyrakat yang membutuhkan jasa layanan kargo cepat dan aman.


29 Mei 2008
PT. Surya Bumi Raya adalah penyelenggara jasa pelayanan kargo dengan harga terjangkau, pelayanan kami aman dan cepat.


PT. Surya Bumi Raya bertekad memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan yaitu dengn cara memberikan layanan cepat, aman dan terpercaya . . . (David S Simbolon - Director)

 
     
 

CopyRight © www.suryabumiraya.Net, 2008 is a world wide trademark of  PT. Surya Bumi Raya. All Rights Reserved and protected by international law.

(Developed By C design  SEO By C promotion  Hosted By Indowinhost)

(Best viewed with Internet Explorer 7 at 1024 x 768)